Postingan Terbaru

Ayahnya seorang konglomerat yang terkenal dermawan ... suka membantu fakir miskin.

memasuki materi pembelajaran pada soal ini kita akan disugukan dengan soal soal mulai paling gampang sampai susah. soal pada kunci jawaban ini berasa…

Produksi dari Kalimantan Barat diperkirakan dalam tahun-tahun mendatang tidak akan banyak mengalami peningkatan. Ini terjadi akibat perkebunan karet yang masih produktif tinggal 275.081 hektar dari 463.940 hektar perkebunan karet yang ada. ...., yang mengalami kerusakan atau sudah tua mencapai 83.892 hektar. Adapun 105.300 hektar masih merupakan tanaman muda.

memasuki materi pembelajaran pada soal ini kita akan disugukan dengan soal soal mulai paling gampang sampai susah. soal pada kunci jawaban ini berasa…

, Kehancuran itu bermula ketika kalangan pengusaha yang melihat strategisnya lokasi bukit seluas sekitar 80 hektar tersebut berebut menguasai kawasan itu. Pada bulan Mei 2000, kawasan Gorat Ni Padang yang merupakan tanah ulayat masyarakat Kodon-Kodon, Kecamatan Merek, Kabupaten Karo telah diambil alih PT Merak Indah Lestari (PT MIL), pengembang swasta yang bermimpi untuk membangun lapangan golf, hotel, dan berbagai sarana wisata lainnya di sana., Sejak itu, kawasan hutan Gorat Ni Padang yang semula ditumbuhi hutan pinus hasil reboisasi masyarakat mulai diratakan. Alat-alat berat terus menggerus daerah tangkapan air Danau Toba tersebut., ..., perataan hutan di Gorat Ni Padang tersebut telah memicu berbagai masalah lingkungan dan sosial. Bukan halnya status tanah yang masih menjadi sengketa, pekerjaan proyek di perbukitan Gorat Ni Padang oleh PT MIL telah mengakibatkan longsor dan menimbun lahan pertanian penduduk. Mata air yang menjadi sumber air bersih dan irigasi Desa Kodon-Kodon kian mengecil dan keruh.

memasuki materi pembelajaran pada soal ini kita akan disugukan dengan soal soal mulai paling gampang sampai susah. soal pada kunci jawaban ini berasa…

Bencana alam membuat warga menderita. Mereka harus tinggal di pengungsian, kehilangan aktivitas ... mata pencaharian. Dini hari kemarin, curah hujan sangat tinggi telah menjebol tanggul ... menahan luapan lumpur di Porong, Sidoarjo. Lumpur yang bercampur air ... merendam jalan raya serta rel kereta api, ... sekitar 200 rumah di desa ketapang dan siring barat. Langkah pengamanan darurat harus segera dilakukan untuk menyelamatkan korban agar tidak lebih menderita karena bencana.

memasuki materi pembelajaran pada soal ini kita akan disugukan dengan soal soal mulai paling gampang sampai susah. soal pada kunci jawaban ini berasa…

.... berteriak tidak dijadikan senjata oleh anak, para ahli menyarankan .... orang tua tidak langsung merespon teriakan anak, .... memberitahukannya bahwa teriak bukan cara komunikasi yang tepat.

memasuki materi pembelajaran pada soal ini kita akan disugukan dengan soal soal mulai paling gampang sampai susah. soal pada kunci jawaban ini berasa…

, Hiduplah seorang pemburu dengan anjingnya yang setia bernama Berto. Anjing tersebut sangat setia kepada tuannya senang maupun susah. Pada pagi hari yang cerah, sang pemburu pergi ke hutan dengan membawa tombak untuk berburu rusa, Berto pun mengikuti pemburu tersebut ke hutan untuk membantunya. Mereka berjalan ke mana pun sampai ke tengah hutan dan akhirnya mereka menemukan rusa, mereka diam-diam mendekat dan melempar tombak tersebut. Mereka berhasil menangkap rusa tersebut dan membawanya menuju desa., Ketika kembali ke desa, mereka bertemu dengan seekor beruang besar yang lapar. Beruang tersebut berlari menuju pemburu untuk dijadikan mangsanya, dengan cepat sang pemburu melindungi diri dengan tombaknya. Berto tidak tinggal diam, dengan cepat Berto berlari menuju beruang tersebut dan menggigit beruang tersebut dengan keras, namun beruang tersebut menghiraukannya. Saat pemburu menahan serangan beruang tersebut, tombak tersebut patah karena tak dapat menahan beruang tersebut. Sang pemburu segera mencari senjata dan menemukan batu yang berada di belakangnya untuk melindungi diri dari serangan beruang tersebut., Di sisi lain, Berto yang sedang berusaha untuk melindungi tuannya, ia tiba-tiba terlempar menuju semak-semak karena pukulan beruang, Berto akhirnya terjatuh dan secara tidak sengaja, ia menemukan sebuah pedang, Berto menggigit pedang tersebut dan berlari menuju tuannya yang sedang berusaha melindungi diri dari beruang. Berto menggigit pedang tersebut dan memberikan pedang tersebut kepada sang pemburu. Sang pemburu mengambil pedang tersebut dari anjingnya, Berto dan langsung mengayunkan pedang tersebut ke arah beruang., "WUUUSH ... ", Seketika beruang tersebut mati karena serangan pedang dari pemburu tersebut. Sang pemburu sangat Lelah, begitu juga dengan Berto, mereka beristirahat sejenak di bawah pohon yang rindang. Ketika hari menjelang malam, sang pemburu segera pulang dengan membawa beruang tersebut untuk dijual di pasar nanti. Ia bahagia mempunyai anjing yang sangat setia padanya.

memasuki materi pembelajaran pada soal ini kita akan disugukan dengan soal soal mulai paling gampang sampai susah. soal pada kunci jawaban ini berasa…

"... adalah ikan Sachioko yang diagungi oleh kerajaan Nagoya, Jepang. Kami adalah ikan emas peninggalan Nobunaga Oda yang dipercayai untuk mengusir kesialan dan mendatangkan keberuntungan seperti "lucky charm". Apa ... sadar kenapa aku bilang kami? Karena ... ada dua di ujung atap teratas kerajaan Nagoya."

memasuki materi pembelajaran pada soal ini kita akan disugukan dengan soal soal mulai paling gampang sampai susah. soal pada kunci jawaban ini berasa…

, Di suatu siang yang terik, ada seekor kancil yang sedang menyelinap ke kebun Pak Tani. Ketika si Kancil menyelinap semakin dalam ke kebun, ia menemukan sebuah wortel raksasa (mungkin dikarenakan si Kancil telah bosan dengan ketimun). Timbulah hasratnya untuk mencuri wortel tersebut. Kemudian, ia segera berlari menuju wortel itu dan memakannya., Setengah jam berlalu, si Kancil masih tetap asyik dengan wortelnya. Tak lama berselang, datanglah Pak Tani menghampiri si Kancil yang tengah asik makan. Si Kancil pun tak sempat menghabiskan sisa wortel tersebut. Ingin membawa wortel itu pergi, tidak bisa! Sangat berat!, Dengan cepat, kancil itu mengambil langkah seribu. Pak Tani pun juga tak ingin kalah! Diambilah senapan canggih nya, AK-47. Karena dia tidak mungkin mengulangi kesalahannya di saat dia hanya memakai celurit ketika cerita "Si Kancil Mencuri Ketimun"., " Di saat Pak Tani mau menembak si Kancil... ternyata, MELESET! Si Kancil pun kaget, ketika Pak Tani mengeluarkan senjata pamungkas. Ya, granat! Kancil pun terus berlari, dan berlari di saat Pak Tani membombardirnya. Pak Tani pun terus mengejar dan mengejar kancil itu hingga jauh ke dalam hutan. Si Kancil pun bingung mau kemana dia sekarang. Hanya ada dua pilihan, masuk ke dalam gua yang sempit bin gelap, atau menyerahkan diri ke tangan Pak Tani.", Dengan cepat, Si Kancil langsung menjatuhkan diri ke dalam gua tersebut. Bruuuggh... terdengar suara tubuh si Kancil. Beberapa saat kemudian, si Kancil bangkit berdiri dan beralan menyusuri gua hingga dalam. Tak beberapa lama, ada seekor mahkluk mirip dirinya. Tapi setelah dilihat-lihat oleh si Kancil jantan yang barusan jatuh ke gua, ternyata dia adalah kancil legendaris yang dikenal suka mencuri ketimun Pak Tani. Dan selebih nya, Kancil legendaris itu adalah kancil betina. Dan setelah mereka saling bicara lama. Mereka berencana tinggal di gua itu dan bahagia untuk selamanya., Sementara itu, hutan-hutan di sekeliling gua itu telah habis terbakar, banyak warga tak terima dengan ulah Pak Tani serta para pengikutnya. Pak Tani serta para pengikutnya langsung tak berkutik ketika para warga sekitar bersama satuan polisi dan TNI menghadangnya. Langsung saja para warga desa beserta satuan pengaman mengarak mereka ke kantor polisi., Dan sepasang Kancil pun bahagia selamanya.,

memasuki materi pembelajaran pada soal ini kita akan disugukan dengan soal soal mulai paling gampang sampai susah. soal pada kunci jawaban ini berasa…

, Si pecundang, Leo, pemuda empat belas tahun kelas dua SMP, duduk melamun di pojok ruangan Loker tak terpakai. Sendirian saja tanpa seorang pun tahu. Betapa ambisi nya untuk menjadi juara kelas hanyalah omong kosong. Nilai matematikanya saja tak pernah lebih dari enam. Tiba-tiba seorang gadis mendatangi dari kegelapan. Seumuran dan memakai seragam yang sama., "Siapa? Kenapa ke mari?" tanya Leo, kaget ada yang datang., "Aku Riel." Leo mengingat-ingat., "Aku tak pernah lihat.", "Aku jarang ke luar kelas.", "Oh... Untuk apa ke mari?", "Menawari mu hal menarik.", "Apa?", "Kau ingin menang tes beasiswa, kan? Biar tak jadi pecundang bermulut besar lagi? Biar banyak cewek yang mengagumimu, iya kan?\\ Leo terkesiap., "Tak usah malu. Buka loker tujuh belas dan sainganmu akan kalah.", "Memangnya ada apa di sana?", "Ada sihir di dalamnya." Gadis itu pergi begitu saja. Dan Leo kebingungan., Setelah mempertimbangkan, akhirnya dia bangkit dan mencari nomor tujuh belas di antara debu dan karat. Ketemu. Letaknya di tengah. "Aku ingin menang tes beasiswa," harapnya dalam hati.Dan perlahan membuka loker tak terkunci itu. Seketika bau busuk merebak ke luar. Leo tak mengerti bau apa itu. Sambil menahan napas dan gemuruh jantungnya, dia sempat melihat setangkai kuncup mawar di atas kertas di ujung loker. Tapi karena ketakutan, dia segera membanting pintulokernya lalu keluar dari ruangan itu. Esok hari nya tes di mulai. Bu Guru pengawas menatapnya remeh., "Kau mau ikut tes?\\, "Iya dong, Bu. Sudah belajar mati-matian nih..." ujarnya sesumbar., "Halah... kau saja mau belajar.", "Ah, lbu. Aku masuk dulu ya.", Semenjak mencium bau busuk itu, Leo jadi sangat yakin jika sihir itu benar-benar ada. Apalagi di dalamnya ada mawar kuncup. Mana mungkin mawar bisa beraroma busuk. Kita lihat nanti, untuk apa mawar itu. Ketika masuk di kelas, Leo kembali mencium bau busuk itu. Ternyata asalnya dari masing-masing peserta. Dia mencium kepitan lengan diam-diam dan bersyukur, mendapati aroma kolonnya masih segar. Benar kata Riel, dia bisa mengerjakan dengan baik. Bahkan tanpa belajar sungguh-sungguh. Jawaban-jawaban bertaburan dibawa oleh bau busuk yang terus menyergap hidungnya.Dan aneh nya, tidak membuat dia mual. Seusai tes bau busuk mereda, pertanda tugas telah selesai.Leo berjalan ke luar lalu melihat seorang gadis yang sedang dihibur temannya., "Aku belajar tiap hari, sampai kurang tidur. Tapi apa? Aku blank. Habislah tesku," keluh gadis itu, Laila Desi., "Yang sabar, Lail... pasti ada jalan keluarnya.", "Jalan keluar apa? Kalau aku tak bisa lanjut sekolah bagai mana?", Leo mendengar dengan baik. Dari Laila juga dia mencium harum perjuangan. Dia tak mengerti bagaimana bau itu diciumnya. Yang dipikirkan nya saat ini adalah dia telah jadi lebih rendah dari pecundang. lba dan bersalah. Leo membuka loker yang kini tanpa bau dan menemukan setangkai mawar kuncup. Mengabaikan kertas di bawahnya, dia keluarkan bunga itu begitu saja dan langsung terbakar lenyap., "Apa?!", Kaget. Dia mengambil kertas itu dan membacanya. \Mawar ini adalah harapan. Baru bisa dipetik dalam tujuh belas hari setelah loker dibuka. Jangan lalai. Sisanya kau urus sendiri: Tertanda, Riel. "Sial! Apa yang harus ku lakukan?" Pengumuman tiba. Semua peserta tes dikumpulkan dalam ruangan kemarin. Juara tiga lewat, juara dua, juara satu Leo Afrizal. Dengan ragu dia maju ke depan. Tatapan heran sekaligus kagum serta-merta menghujam dadanya. "Selamat, kamu yang terbaik tahun ini," ujar Bu Guru malu-malu, telah meremehkan Leo. Sambil gemetar dia menerima piagam. Dan belum berjabat tangan dengan gurunya, dia sudah lari ke depan mikrofon., Akhirnya dia bisa membuktikan omongannya. "Kepada LailaDesi saya minta maaf. Saya telah mencuranginya dengan sihir." Semua menatap bingung, termasuk Laila. "Semua ini harusnya untuk Laila." Leo turun. Tanpa pikir panjang Laila segera menyeret Leo keluar. "Apa yang kau katakan? Apa maksudmu? Ayo jelaskan! " Laila memang kebingungan dengandirinya yang mendadak blank ketika tes. Pasti ada yang tidak beres, gumamnya dalam hati. Leo pun menceritakan semua dan Laila mengerti., "Kalau begitu kita harus mencari Riel.", "Aku juga berpikiran.", "Uh... bau apa ini?" Tiba-tiba aroma busuk menguar dari tubuh Leo.Leo panik dan menatap tak percaya pada Laila., "Mawar ini adalah harapan. Baru bisa di petik dalam tujuh belashari setelah loker dibuka. Jangan lalai. Sisanya kau urus sendiri.", "Riel... tolong... Riel... bagaimana? Aku... aku....", "Leo!" panggil Laila, tapi Leo sudah melarikan diri., Riel ke luar dari kegelapan, melewati Laila yang berdiri mematung menatap jejak-jejak Leo., "Andai kau tak ceroboh soal mawar itu. Kau tak perlu menggantikan ku bersembunyi dalam gelap. Kita sama-sama bebas," gumam Riel sambil terus melangkah lurus, menuju luar sekolah., "Tapi baiklah.... Semoga kau cepat menemukan korban selanjutnya."

memasuki materi pembelajaran pada soal ini kita akan disugukan dengan soal soal mulai paling gampang sampai susah. soal pada kunci jawaban ini berasa…

, Si pecundang, Leo, pemuda empat belas tahun kelas dua SMP, duduk melamun di pojok ruangan Loker tak terpakai. Sendirian saja tanpa seorang pun tahu. Betapa ambisi nya untuk menjadi juara kelas hanyalah omong kosong. Nilai matematikanya saja tak pernah lebih dari enam. Tiba-tiba seorang gadis mendatangi dari kegelapan. Seumuran dan memakai seragam yang sama., "Siapa? Kenapa ke mari?" tanya Leo, kaget ada yang datang., "Aku Riel." Leo mengingat-ingat., "Aku tak pernah lihat.", "Aku jarang ke luar kelas.", "Oh ... Untuk apa ke mari?", "Menawarimu hal menarik.", "Apa?", "Kau ingin menang tes beasiswa, kan? Biar tak jadi pecundang bermulut besar lagi? Biar banyak cewek yang mengagumimu, iya kan?\\ Leo terkesiap., "Tak usah malu. Buka loker tujuh belas dan sainganmu akan kalah.", "Memangnya ada apa di sana?", "Ada sihir di dalamnya ." Gadis itu pergi begitu saja. Dan Leo kebingungan., Setelah mempertimbangkan, akhirnya dia bangkit dan mencari nomor tujuh belas di antara debu dan karat. Ketemu. Letaknya di tengah. "Aku ingin menang tes beasiswa," harapnya dalam hati. Dan perlahan membuka loker tak terkunci itu. Seketika bau busuk merebak ke luar. Leo tak mengerti bau apa itu. Sambil menahan napas dan gemuruh jantung nya, dia sempat melihat setangkai kuncup mawar di atas kertas di ujung loker. Tapi karena ketakutan, dia segera membanting pintu lokernya lalu keluar dari ruangan itu. Esok harinya tes dimulai. Bu Guru pengawas menatapnya remeh., "Kau mau ikut tes?\\, "Iya dong, Bu. Sudah belajar mati-matian nih ... " ujarnya sesumbar., "Halah ... kau saja mau belajar.", "Ah, lbu. Aku masuk dulu ya.", Semenjak mencium bau busuk itu, Leo jadi sangat yakin jika sihir itu benar-benar ada. Apalagi di dalamnya ada mawar kuncup. Mana mungkin mawar bisa beraroma busuk. Kita lihat nanti, untuk apa mawar itu. Ketika masuk di kelas, Leo kembali mencium bau busuk itu. Ternyata asalnya dari masing-masing peserta. Dia mencium kepitan lengan diam-diam dan bersyukur, mendapati aroma kolonnya masih segar. Benar kata Riel, dia bisa mengerjakan dengan baik. Bahkan tanpa belajar sungguh-sungguh. Jawaban-jawaban bertaburan dibawa oleh bau busuk yang terus menyergap hidungnya. Dan anehnya, tidak membuat dia mual. Seusai tes bau busuk mereda, pertanda tugas telah selesai. Leo berjalan ke luar lalu melihat seorang gadis yang sedang dihibur temannya., "Aku belajar tiap hari, sampai kurang tidur. Tapi apa? Aku , . Habislah tesku," keluh gadis itu, Laila Desi., "Yang sabar, Lail. .. pasti ada jalan keluarnya.", "Jalan keluar apa? Kalau aku tak bisa lanjut sekolah bagaimana?", Leo mendengar dengan baik. Dari Laila juga dia mencium harum perjuangan. Dia tak mengerti bagaimana bau itu diciumnya. Yang dipikirkannya saat ini adalah dia telah jadi lebih rendah dari pecundang. lba dan bersalah. Leo membuka loker yang kini tanpa bau dan menemukan setangkai mawar kuncup. Mengabaikan kertas di bawahnya, dia keluarkan bunga itu begitu saja dan langsung terbakar lenyap., "Apa?!", Kaget. Dia mengambil kertas itu dan membacanya. \Mawar ini adalah harapan. Baru bisa dipetik dalam tujuh belas hari setelah loker dibuka. Jangan lalai. Sisanya kau urus sendiri.\Tertanda, Riel. "Sial! Apa yang harus ku lakukan?" Pengumuman tiba. Semua peserta tes dikumpulkan dalam ruangan kemarin. Juara tiga lewat, juara dua, juara satu Leo Afrizal. Dengan ragu dia maju ke depan. Tatapan heran sekaligus kagum serta-merta menghujam dadanya. "Selamat, kamu yang terbaik tahun ini," ujar Bu Guru malu-malu, telah meremehkan Leo. Sambil gemetar dia menerima piagam. Dan belum berjabat tangan dengan gurunya, dia sudah lari ke depan mikrofon., "Kepada kawan-kawan saya mohon maaf." Semua berdecak kagum., Akhirnya dia bisa membuktikan omongannya. "Kepada Laila, Desi saya minta maaf. Saya telah mencuranginya dengan sihir." Semua menatap bingung, termasuk Laila. "Semua ini harusnya untuk Laila." Leo turun. Tanpa pikir panjang Laila segera menyeret Leo keluar. "Apa yang kau katakan? Apa maksudmu? Ayo jelaskan!" Laila memang kebingungan dengandirinya yang mendadak blank ketika tes. Pasti ada yang tidak beres, gumamnya dalam hati. Leo pun menceritakan semua dan Laila mengerti., "Kalau begitu kita harus mencari Riel.", "Aku juga berpikiran.", "Uh ... bau apa ini?" Tiba-tiba aroma busuk menguar dari tubuh Leo. Leo panik dan menatap tak percaya pada Laila., "Mawar ini adalah harapan. Baru bisa dipetik dalam tujuh belas hari setelah loker dibuka. Jangan lalai. Sisanya kau urus sendiri.", "Riel... tolong... Riel... bagaimana? Aku... aku....", "Leo!" panggil Laila, tapi Leo sudah melarikan diri., Riel ke luar dari kegelapan, melewati Laila yang berdiri mematung menatap jejak-jejak Leo., "Andai kau tak ceroboh soal mawar itu. Kau tak perlu menggantikanku bersembunyi dalam gelap. Kita sama-sama bebas," gumam Riel sambil terus melangkah lurus, menuju luar sekolah., "Tapi baiklah.... Semoga kau cepat menemukan korban selanjutnya."

memasuki materi pembelajaran pada soal ini kita akan disugukan dengan soal soal mulai paling gampang sampai susah. soal pada kunci jawaban ini berasa…