Namaku Agil. Remaja biasa yang suka petualangan. Ke mana pun aku pergi, di situlah petualanganku dimulai, seperti saat aku di Pulau Lombok., "Bu, aku mau jalan-jalan di sekitar sini,” pamitku kepada ibu selesai menyiapkan peralatan petualang yang biasa kubawa. Setelah diberi izin lbu, aku pergi., Keluar penginapan, aku langsung berbelok ke arah pantai. Ku pikir akan sangat seru jika menjelajah pantai hingga senja tiba. Aku berjalan ke arah tebing pantai yang terlihat indah dari kejauhan. Ada sesuatu. Aku sedikit mempercepat langkahku saat melihat sebuah gua di tebing pinggir pantai. Pintu gua itu tertutup ranting kering dan akar jalar. Di sampingnya ada palang kayu bertuliskan "Dilarang Masuk!"., Awalnya aku sedikit gentar dengan larangan itu. Akan tetapi, aku ini seorang petualang. Apa aku setakut ini? Perlahan aku maju. Saat kakiku melangkah mendekati pintu gua, tiba-tiba palang kayu larangan di samping pintu gua itu miring. Pintu gua terbuka. Ada setitik cahaya. Aku mendekat. Lalu, "Aaaaaaaaaa!!!" teriakku kencang. Aku seolah tersedot masuk dalam cahaya itu., "Whuuuzz!" badanku terpelanting nyaris saja membentur akar pohon besar. Lenganku tergores tanaman berduri. Kubenarkan posisiku untuk duduk bersandar di akar pohon. Masih pusing, ku pukul-pukul kepalaku untuk menyadarkan diri. Kesadaranku perlahan kembali meski masih ada sedikit pening. Aku pun mencoba berdiri sambil berpegangan pada pohon. Aku menoleh ke kanan dan ke kiri sambil merontokkan tanah yang mengotori pakaian dan tubuh., "Di mana ini sebenarnya?" tanyaku masih penasaran dan terheran-heran dengan keadaan di sekeliling. Segalanya terlihat aneh: tumbuhannya, hewannya, bahkan hawanya. Semakin jauh aku masuk ke hutan itu, terlihat kepulan asap. Lamat-lamat juga terdengar bunyi benturan batu. Seperti nya ada tanda kehidupan. Segera aku menuju sumber suara itu., Memang benar, ada penghuni selain diriku di hutan ini. Aku melihat seorang dewasa memukul-mukul batu. Di sisi lain nya, aku melihat seorang anak laki-laki seusiaku sedang memanggang daging., "Huaaaaaa!" seseorang mengagetkanku. Kukira, mereka mengetahui kedatanganku. Aku terkejut dan langsung lari untuk bersembunyi di balik pohon besar tadi. Tanpa kusadari, di balik pohon itu juga ada seseorang yang mengadang dengan membawa gada dari batu. Kembali aku terkejut, tetapi tidak langsung lari seperti tadi. Aku justru bergeming. Rasa nya aku sudah berubah seperti mayat. Pucat., Sebelum aku limbung, seseorang yang tadi menepuk tangan di depan mukaku. Segera kesadaranku kembali dan menjadi histeris, "Aaaaaa!" Sedikit takut memang, kalau-kalau mereka akan memakanku. Mereka mendekat. Mereka berkeliling memandangiku. Mereka diam, lalu saling menoleh dan menganggukkan kepala. Apa artinya itu ? Apa aku akan diculik? Atau justru aku benar-benar akan dimakan? Mereka semakin mendekat, aku mundur., "Kau manusia masa kini?" tanya orang dewasa pembawa gada itu tiba-tiba. la mencopot kostum dan topeng yang di kenakannya. Tadi, ia memang tampak seperti manusia purba., "Ka, ka, kau bisa berbahasa sepertiku?" tanya ku sedikit tergagap. Mereka mengangguk dan mengajak berjabat ta ngan. Tanganku gemetar, tetapi kujabat juga akhirnya. "Aku Agil.Sebelum ke sini, aku berada di tahun 2018”, "Kenalkan, namaku Yos. lni ayahku, Tuan Galdi. Kami berasal dari tahun 3018"kata anak lelaki seumuranku itu., Aku menganga Iebar karena terkejut. Kalau mereka dari masa depan, berarti aku ini nenek moyang mereka. Memikirkan hal tersebut, aku menahan senyum., "Lalu, mengapa kalian berdandan seperti manusia purba?" tanya ku penasaran, "ltu karena kami tidak ingin mengejutkan manusia purba sesungguhnya. Di sini, kita adalah makhluk asing. Mereka akan agresif jika menemukan makhluk atau benda asing. Bisa-bisa, kita juga dianggap mangsa nya” jelas Tuan Galdi., Belum lama kami berbicara, tiba-tiba bumi berguncang. Langit bergemuruh., "Kita harus pergi sekarang!" kata Tuan Galdi. "Meski pun kita tidak benar-benar berada di zaman ini, bencana ini tetap nyata dan dapat mengancam nyawa kita. Maka dari itu, kita harus melarikan diri. Cepat, Yos, Agil!", Ternyata, aku adalah seorang penjelajah waktu seperti mereka. Seorang penjelajah waktu seperti kami hanya melakukan perjalanan jiwa. Apa pun yang kami alami saat menjelajah waktu akan berdampak pada raga kami di dunia nyata., "Kita akan berlari kemana, Tuan Galdi? Jika tidak ada tujuan, kita tidak akan selamat,” seruku khawatir., "Kita harus menemukan portal purbakala, Agil. Kemarin aku telah menemukan letaknya. Ku rasa lumayan jauh dari tempat kita” kata Tuan Galdi., Tuan Galdi berlari di depan. Aku dan Yos di belakang nya hampir kehilangan tenaga. Berapa lama lagi kami harus berlari, aku tidak tahu. Sementara itu, langit semakin rajin bergemuruh dan menjadi benar-benar gelap. Tiba-tiba gunung di belakang kami meletus. Tak ingin dilahap lahar panas, aku dan Yos kembali berlari., Di depan, ku lihat Tuan Galdi melambaikan tangan. Sepertinya, portal itu sudah ditemukan. Kulihat dari kejauhan, portal itu berupa tengkorak dinosaurus yang menganga. Tuan Galdi berteriak, "Cepat, Nak. Portal ini akan segera hilang”., Kakiku semakin lemah, sedangkan Yos sudah lebih dekat dengan ayahnya. Lalu, bagaimana denganku? Bagaimana jika portal itu hilang sebelum aku memasukinya? Hampir aku limbung karena Ielah, Tuan Galdi meraih tanganku dan menggendongku di punggungnya menuju portal., "Pada hitungan ketiga, teriakkan tempatmu berasal sebelum sampai sini,” jelas Tuan Galdin singkat., "Lomboooook!" teriakku sekencang-kencang nya., "lya, iya. Kita sekarang ada di Lombok. Sebegitu tidak percayanya di ajak liburan ke Lombok"sahut lbu dari belakangku. "Kamu sedang apa teriak-teriak "Lombok" di depan gua? Berisik tau!"

memasuki materi pembelajaran pada soal ini kita akan disugukan dengan soal soal mulai paling gampang sampai susah. soal pada kunci jawaban ini berasal dari simplenews.me. yang mana sudah tersedia kunci jawaban mulai dari tingkat sd, smp dan SMA serta mata pelajaran ipa, ips, matematika, biologi, sejarah, fisika, kimia daan lainya dengan lengkap dan pembahasan soalnya.

alangkah baiknya siswa mencoba menjawab dan dipandu orangtua dalam pengisian soalnya. apabila merasa kesulitan kunci jawaban ini bisa jadi bahan acuan dan panduan dalam pengisian.

untuk lebih lengkapnya mari kita lihat penjelasan materinya dibawah ini. siswa sudah siap untuk segera mengisi soalnya dan selalu semangat untuk mendapatkan nilai bagus dari bapak/ibu guru disekolah.

PERTANYAAN :

Bacalah cerita berikut.

Portal Purbakala

    Namaku Agil. Remaja biasa yang suka petualangan. Ke mana pun aku pergi, di situlah petualanganku dimulai, seperti saat aku di Pulau Lombok.

   ”Bu, aku mau jalan-jalan di sekitar sini,” pamitku kepada ibu selesai menyiapkan peralatan petualang yang biasa kubawa. Setelah diberi izin lbu, aku pergi. 

    Keluar penginapan, aku langsung berbelok ke arah pantai. Ku pikir akan sangat seru jika menjelajah pantai hingga senja tiba. Aku berjalan ke arah tebing pantai yang terlihat indah dari kejauhan. Ada sesuatu. Aku sedikit mempercepat langkahku saat melihat sebuah gua di tebing pinggir pantai. Pintu gua itu tertutup ranting kering dan akar jalar. Di sampingnya ada palang kayu bertuliskan “Dilarang Masuk!”.

     Awalnya aku sedikit gentar dengan larangan itu. Akan tetapi, aku ini seorang petualang. Apa aku setakut  ini?  Perlahan  aku  maju. Saat kakiku  melangkah  mendekati  pintu  gua, tiba-tiba palang kayu larangan di samping pintu gua itu miring. Pintu gua terbuka. Ada setitik cahaya. Aku mendekat. Lalu, “Aaaaaaaaaa!!!” teriakku kencang. Aku seolah tersedot masuk dalam cahaya itu. 

    “Whuuuzz!” badanku terpelanting nyaris saja membentur akar pohon besar. Lenganku tergores tanaman berduri. Kubenarkan posisiku untuk duduk bersandar di akar pohon. Masih pusing, ku pukul-pukul kepalaku untuk menyadarkan diri. Kesadaranku perlahan kembali meski masih ada sedikit pening. Aku pun mencoba berdiri sambil berpegangan pada pohon. Aku menoleh ke kanan dan ke kiri sambil merontokkan tanah yang mengotori pakaian dan tubuh. 

    “Di mana ini sebenarnya?” tanyaku masih penasaran dan terheran-heran dengan keadaan di sekeliling. Segalanya terlihat aneh: tumbuhannya, hewannya, bahkan hawanya. Semakin jauh aku masuk ke hutan itu, terlihat kepulan asap. Lamat­-lamat juga terdengar bunyi benturan batu. Seperti nya ada tanda kehidupan. Segera aku menuju sumber suara itu.

    Memang benar, ada penghuni selain diriku di hutan ini. Aku melihat seorang dewasa memukul-mukul batu. Di sisi lain nya, aku melihat seorang anak laki-laki seusiaku sedang memanggang daging. 

   ”Huaaaaaa!” seseorang mengagetkanku. Kukira, mereka mengetahui kedatanganku. Aku terkejut dan langsung lari untuk bersembunyi di balik pohon besar tadi. Tanpa kusadari, di balik pohon itu juga ada seseorang yang mengadang dengan membawa gada dari batu. Kembali aku terkejut, tetapi tidak langsung lari seperti tadi. Aku justru bergeming. Rasa nya aku sudah berubah seperti mayat. Pucat.
Sebelum aku limbung, seseorang yang tadi menepuk tangan di depan mukaku. Segera kesadaranku kembali dan menjadi histeris, “Aaaaaa!” Sedikit takut memang, kalau-kalau mereka akan memakanku. Mereka mendekat. Mereka berkeliling memandangiku. Mereka diam, lalu saling menoleh dan menganggukkan kepala. Apa artinya itu ? Apa aku akan diculik? Atau justru aku benar-benar akan dimakan? Mereka semakin mendekat, aku mundur.

   ”Kau manusia masa kini?” tanya orang dewasa pembawa gada itu tiba-tiba. la mencopot kostum dan topeng yang di kenakannya. Tadi, ia memang tampak seperti manusia purba. 

  “Ka, ka, kau bisa berbahasa sepertiku?” tanya ku sedikit tergagap. Mereka mengangguk dan mengajak berjabat ta ngan. Tanganku gemetar, tetapi kujabat juga akhirnya. “Aku Agil. Sebelum ke sini, aku berada di tahun 2018”

    “Kenalkan, namaku Yos. lni ayahku, Tuan Galdi. Kami berasal dari tahun 3018″ kata anak lelaki seumuranku itu. 

    Aku menganga Iebar karena terkejut. Kalau mereka dari masa depan, berarti aku ini nenek moyang mereka. Memikirkan hal tersebut, aku menahan senyum. 

    “Lalu, mengapa kalian berdandan seperti manusia purba?” tanya ku penasaran 

    “ltu karena kami tidak ingin mengejutkan manusia purba sesungguhnya. Di sini, kita adalah makhluk asing. Mereka akan agresif jika menemukan makhluk atau benda asing. Bisa-bisa, kita juga dianggap mangsa nya” jelas Tuan Galdi. 

    Belum lama kami berbicara, tiba-tiba bumi berguncang. Langit bergemuruh. 

   ”Kita harus pergi sekarang!” kata Tuan Galdi. “Meski pun kita tidak benar-benar berada di zaman ini, bencana ini tetap nyata dan dapat mengancam nyawa kita. Maka dari itu, kita  harus  melarikan  diri. Cepat, Yos, Agil!”

    Ternyata, aku adalah seorang penjelajah waktu seperti mereka. Seorang penjelajah waktu seperti kami hanya melakukan perjalanan jiwa. Apa pun yang kami alami saat menjelajah waktu akan berdampak pada raga kami di dunia nyata.

  “Kita akan berlari kemana, Tuan Galdi? Jika tidak ada tujuan, kita tidak akan selamat,” seruku khawatir.

  “Kita harus menemukan portal purbakala, Agil. Kemarin aku telah menemukan letaknya. Ku rasa lumayan jauh dari tempat kita” kata Tuan Galdi. 

  Tuan Galdi berlari di depan. Aku dan Yos di belakang nya hampir kehilangan tenaga. Berapa lama lagi kami harus berlari, aku tidak tahu. Sementara itu, langit semakin rajin bergemuruh dan menjadi benar-benar gelap. Tiba-tiba gunung di belakang kami meletus. Tak ingin dilahap lahar panas, aku dan Yos kembali berlari.

  Di depan, ku lihat Tuan Galdi melambaikan tangan. Sepertinya, portal itu sudah ditemukan. Kulihat dari kejauhan, portal itu berupa tengkorak dinosaurus yang menganga. Tuan Galdi berteriak, “Cepat, Nak. Portal  ini akan segera hilang”.

  Kakiku semakin lemah, sedangkan Yos sudah lebih dekat dengan ayahnya. Lalu, bagaimana denganku? Bagaimana jika portal itu hilang sebelum aku memasukinya? Hampir aku limbung karena Ielah, Tuan Galdi meraih tanganku dan menggendongku di punggungnya menuju portal. 

   ”Pada hitungan ketiga, teriakkan tempatmu berasal sebelum sampai sini,” jelas Tuan Galdin singkat.

    “Lomboooook!” teriakku sekencang-kencang nya.

  “lya, iya. Kita sekarang ada di Lombok. Sebegitu tidak percayanya di ajak liburan ke Lombok” sahut lbu dari belakangku. “Kamu sedang apa teriak-teriak “Lombok” di depan gua? Berisik tau!”space

Jawaban

 peristiwa tersebut terjadi pada tahun 2018.space


Pembahasan

Teks cerita fantasi adalah sebuah teks cerita yang ditulis dengan menggunakan daya imajinasi atau karangan belaka. Unsur intrinsik dalam teks cerita fantasi sebagai berikut:

  1. Tema: ide pokok cerita.
  2. Tokoh dan Penokohan: orang yang terlibat di dalam cerita beserta karakternya masing-masing.
  3. Latar: tempat, waktu, dan suasana yang terjadi dalam cerita.
  4. Alur: rangkaian peristiwa dalam cerita.
  5. Sudut Pandang: posisi penulis dalam cerita.
  6. Gaya Bahasa: pemilihan kata dan bahasa yang digunakan.
  7. Amanat: pesan moral yang terkandung dalam cerita.

Berdasarkan kutipan:

“Aku Agil. Sebelum ke sini, aku berada di tahun 2018”

Dengan demikian, peristiwa tersebut terjadi pada tahun 2018.space


untuk mendapatkan kunci jawaban lainya bisa mengikuti jawaban.simplenews.me dan tentunya sangat membantu teman teman dalam belajar dirumah maupun disekolah.

adik adik bisa melihat kunci jawaban pada halaman depan dan kunci jawaban lainya dibawah ini. bisa tanyakan soal yang belum dimengerti melalui menu kontak di jawaban simplenews ini. terimakasih dan semoga sukses.

DISCLAIMER :

Orangtua dapat membantu mengoreksi kembali hasil kerja siswa jawaban diatas. kunci jawaban ini sebagai bahan referensi dan panduan belajar siswa di rumah.

Simple News memberikan Kunci Jawaban Tematik lengkap Terbaru. Tersedia pembahasan soal dan kumpulan kunci jawaban tematik sd/mi kelas 1 2 3 4 5 6, subtema 1 subtema 2 subtema 3 subtema 4 subtema 5 su…

Posting Komentar